Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari Seratus Medan Pertempuran (1137 – 1193 M)
SULTAN SALAHUDDIN AL-AYYUBI, namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.
Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui “Siratun Nabawiyah”. Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.
Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.
Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.
Seorang penulis Barat berkata, “Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin”.
“Setiap cara dan jalan ditempuh”, kata Hallam guna membangkitkan kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa.
Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.
“Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar” demikian tulis pengarang Perancis Michaud.
Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap daerah yang mereka lalui” kata Marbaid.
Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat, menurut keterangan penulis Mill “terdiri dari gerombolan yang nekat dan ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya.
Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan.
John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya kota Antioch. Mill menulis: “Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk “Kutub Khanah” (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu. “Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu kehabisan tenaga,” kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan.
Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.
Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya?
Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat Raja Syria Nuruddin Mahmud.
Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167 Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud “memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai ringgi.”
Ibnu Aziz AI Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai berikut: “Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda”.
Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir. Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke rahmatullah.
Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi penguasa yang sesungguhnya di Mesir.
Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun 1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh.
Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu.
Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh. dan mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat.
Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud: “Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan.” Berlawanan dengan syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.
Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus, Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh Sultan yang berhati mulia itu.
Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya.
Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu yang singkat. mengulangl lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman. Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum peenyerbu itu yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa “di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.”
Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban dengan keganasan. “Semua tawanan” kata Michaud, “yang tertolong nasibnya karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari menara dan rumah kediaman mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret dari tempat persembunyiannya di bawah tanah, mereka dipancing dari tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan mayat.”
Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah, bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi budak yang hina dina.
Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: “Telah diputuskan, bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya, anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih. Lapangan-Iapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.”
Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas.
Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: “Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.”
Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem dalam tangan tentara Salib satu abad sebelumnya. Para komandan pasukan tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada tentara Salib yang telah dikalahkan itu.
Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. “Banyak kaum Nasrani yang meninggalkan Jerusalem,” kata Mill, pergi menuju Antioch, tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan perlindungan kepada mcreka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari pengungsi ini, kata Michaud. “Seorang wanita karena putus asa melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya,” kata Michaud. Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya.
Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre, di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan mengepung kota Ptolemais.
Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan meninggalkan korban yang cukup besar.
Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin.
Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang berat terhadap tentara Salib.
Akhirnya Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai yang diterima oleh Sultan. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa.
“Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu” tulis Michaud “di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan. Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam pertempuran ini.
Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid di seluruh daerah yang diperintahnya.
Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Maret tahun 1193. “Hari itu merupakan hari musibah besar, yang belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin” demikian tulis seorang penulis Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.
Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam serta dengan penuh kebajikan. “Di Eropa” tulis Philip K Hitti, dia telah menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria.
Semoga Allah melapangkan kuburnya.
Disarikan dari:
1. Shalahuddin al-Ayyubi, oleh Kwaja Jamil Ahmad (Lihat: Suara Masjid No. 91, Jumadil Akhir-Rajab 1402 H/April 1982 M)
2. The Preaching of Islam, oleh Thomas W. Arnold.
sumber: http://www.hudzaifah.org
Sabtu, 24 Juli 2010
keunikan ketika perang salib
Apakah anda tahu, kalau raja Richard dari Inggris tidak bisa berbahasa Inggris? Ataukah anda tahu kalau raja Richard dan sultan Saladin sering makan malam bersama dijeda pertempurannya? Seperti layaknya perang-perang yang lain, maka perang salib banyak sekali menyimpan fakta unik dibaliknya.
1. RICHARD THE LION HEART, YANG TERKENAL SEBAGAI RAJA INGGRIS, DAN KONYOLNYA BELIAU TIDAK BISA BAHASA INGGRIS. KARENA SEJAK KECIL DIA SELALU BERADA DI PRANCIS. DIA CUMA NUMPANG LAHIR DI INGGRIS. BAHKAN KONON, BELIAU LEBIH MAHIR BAHASA ARAB DARIPADA BAHASA INGGRIS.
2. RAJA RICHARD BERADA DI INGGRIS DALAM MASA PEMERINTAHANNYA HANYA SELAMA 11 BULAN. PERMAISURINYA, QUEEN BERENGARIA OF NAVARRE, MALAH TIDAK PERNAH KE INGGRIS SAMA SEKALI. OLEH KARENA ITU RICHARD JUGA DIKENAL SEBAGAI ” THE ABSENT KING
3. SAKING TIDAK PERCAYANYA DENGAN MOTIVASI REKANNYA SESAMA EKSPEDISI PERANG SALIB, RAJA RICHARD PERNAH MENGATAKAN : “SAYA LEBIH RELA YERUSALEM DIPIMPIN OLEH SEORANG MUSLIM YANG BIJAK DAN BERJIWA KSATRIA DARIPADA KOTA SUCI ITU JATUH KETANGAN PARA BARON EROPA YANG HANYA MENGEJAR KEKAYAAN PRIBADI “
4. PADA SUATU PERISTIWA DI PERTEMPURAN DI JAFFA, KETIKA PASUKAN KAVALERI TENTARA SALIB MERASAKAN KELELAHAN, RICHARD SENDIRI DENGANA GAGAH MEMIMPIN PASUKAN TOMBAK MELAWAN KAUM MUSLIM. SALADIN MELIHATNYA DARI KEJAUHAN DENGAN PENUH KEKAGUMAN. SAAT DIA MELIHAT RICHARD BERTARUNG TANPA KUDA, SEKETIKA SULTAN MENGIRIMKAN SAUDARANYA SENDIRI KE MEDAN PERTEMPURAN UNTUK MEMBERI DUA EKOR KUDA YANG MASIH SEGAR UNTUK RAJA INGGRIS YANG BERANI ITU.
5. ADA JUGA CERITA MENGENAI RICHARD YANG MEMASUKI YERUSALEM DENGAN MENYAMAR DAN MAKAN MALAM BERSAMA SALADIN : MEREKA BENAR-BENAR SALING BERSIKAP RAMAH. DALAM RANGKAIAN PERBINCANGAN, RICHARD BERTANYA KEPADA SULTAN TENTANG BAGAIMANA PANDANGANNYA MENGENAI RAJA INGGRIS. SALADIN MENJAWAB BAHWA RICHARD LEBIH MENGUNGGULINYA DALAM SIFAT KEBERANIANNYA SEBAGAI SEORANG KSATRIA, TAPI KADANG-KADANG DIA CENDERUNG MENYIA-NYIAKAN SIFATNYA INI DENGAN TERLALU GEGABAH DALAM PERTEMPURAN. SEDANGKAN MENURUTNYA RICHARD, SALADIN TERLALU MODERAT DALAM MEMPERKUAT NILAI-NILAI KEKSATRIAAN, BAHKAN DALAM PERTEMPURAN
6. KETIKA ADA SALAH SATU PANGLIMA PERANG SALADIN MEMBERONTAK, RICHARD MEMBUNUHNYA DAN MENYERAHKAN KEPALANYA PADA SALADIN SERTA BERKATA, “AKU TIDAK INGIN ORANG INI MENGACAUKAN “PERMAINAN” KECIL KITA”. DAN KEESOKAN HARINYA MEREKA BERTEMPUR SENGIT.
7. PERNAH DALAM SUATU PERTEMPURAN, RICHARD MELIHAT BAHWA PEDANG SALADIN TUMPUL DAN DIA MENGHENTIKAN PERANG HARI ITU UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN AGAR SALADIN MENGASAHNYA.
8. SUATU HARI, RICHARD SAKIT KERAS. MENDENGAR KABAR ITU, SHALAHUDDIN MENGIRIMKAN DOKTER TERBAIKNYA UNTUK MENGOBATI RICHARD. KAPAN LAGI KITA BISA MENDAPATKAN PEMIMPIN KAUM MUSLIM YANG MEMILIKI AKHLAK SEPERTI SALAHUDDIN?
9. ORANG EROPA PADA AWALNYA MENYEBUT ORANG MUSLIM SEBAGAI BARBARIAN, TETAPI AKIBAT KONTAK YANG INTENSIF DARI PERANG SALIB, LAMBAT LAUN MEREKA MENYADARI BAHWA YANG BARBAR SESUNGGUHNYA ADALAH MEREKA. JIKA DITILIK DARI TINGGINYA PERADABAN BUDAYA DAN ILMU KAUM MUSLIMIN SAAT ITU.
10. MENURUT CATATAN SEJARAH, PADA SAAT PERANG SALIB, SEMUA WANITA DAN PELACUR DI USIR KELUAR DARI KAMP CRUSADERS. SELURUH CRUSADERS HARUS SUCI SECARA JASMANIAH, BEBAS DARI NAFSU. TAPI ADA SATU GRUP WANITA YG BEBAS KELUAR MASUK CAMP CRUSADERS YAITU TUKANG CUCI BAJU. BAHKAN KALAU SATU GRUP TUKANG CUCI MAU BEPERGIAN ANTAR KOTA, MEREKA DIJAGA OLEH SEPASUKAN KNIGHT, DAN DIBUNTUTI PASUKAN INFANTRI. KALAU IRING-IRINGAN INI DISERANG, KESELAMATAN PARA TUKANG CUCI INI NO.1. WAKTU DITAWAN PASUKAN MUSLIM, PARA TUKANG CUCI INI LEBIH DIHORMATI DARIPADA PRAJURIT BIASA. SAMPAI-SAMPAI RICHARD THE LION HEART JUGA RELA MEMBAYAR RANSUM BUAT PARA TUKANG CUCI ITU
11. KETIKA FREDERICK BARBAROSSA (KAKEK KAISAR FREDERIK II) MENINGGAL PADA EKSPEDISI PERANG SALIB III, BANYAK KSATRIANYA YANG MENGANGGAP BAHWA INI ADALAH KEHENDAK TUHAN DAN BANYAK YANG BERGABUNG DENGAN KAUM MUSLIM. LALU YANG TERSISA MEMBAWA JASAD BARBAROSSA MENUJU KE YERUSALEM DENGAN ANGGAPAN NANTI BARBAROSA AKAN TERLAHIR KEMBALI.
12. FREDERICK II KAISAR JERMAN, PUNYA HUBUNGAN KHUSUS DENGAN SULTAN MALIK DARI MESIR DI PERANG SALIB V. BELIAU MERASA DI JAMAN ITU (JAMAN DARK AGES), SATU-SATUNYA YANG SEBANDING DENGAN DIA DI MASALAH BUDAYA DAN PERSONALITY ADALAH PANGERAN-PANGERAN DARI KERAJAAN MUSLIM. OLEH KARENA ITU GAYA HIDUPNYA AGAK NYENTRIK (DIA BERPOLIGAMI, PADAHAL SEORANG KATOLIK TIDAK DEMIKIAN).
13. WAKTU TERPAKSA HARUS BERPARTISIPASI DALAM PERANG SALIB, FREDERICK II BERHASIL MEREBUT JERUSALEM, BETLEHEM DAN NAZARETH TANPA MENETESKAN SETITIK DARAHPUN. WALAUPUN SEBENERNYA DIA CUMA MENYEWA KE 3 KOTA TERSEBUT DARI SAHABATNYA SI SULTAN MALIK DARI MESIR
14. PERNAH ADA KEJADIAN FREDERICK II MEMUKUL PENDETA YANG MASUK KE DALAM MASJID DAN MEMPERINGATKAN AGAR JANGAN MELAKUKAN HAL ITU LAGI. SEDANGKAN AL-MALIK PERNAH DINASEHATI OLEH KNIGHT TEMPLAR AGAR MEMBUNUH FREDERICK II PADA SAAT PENGAWALANNYA SEDANG LONGGAR. MENGETAHUI HAL TERSEBUT, AL-MALIK SEGERA MENYURUH FREDERICK II AGAR SEGERA PERGI DARI SITU KARENA KEADAANNYA ‘BERBAHAYA’.
15. KEKALAHAN PASUKAN ARAB LEBIH SERING KARENA MEREKA TERPANCING MELAKUKAN SERANGAN TERBUKA MELAWAN KAVALERI BERAT EROPA. DIMANA DISIPLIN SERTA PENGALAMAN TEMPUR SUKARELAWAN JIHAD KALAH JAUH DARI SATUAN TEMPUR VETERAN EROPA KHUSUSNYA ORDO-ORDO MILITER SEPERTI TEMPLAR, HOSPITALLERS DAN TEUTONIC KNIGHT.
16. KEKALAHAN PIHAK EROPA UMUMNYA AKIBAT DARI INSUBORDINASI ALIAS KURANG KUATNYA KOMANDO TUNGGAL DALAM KESATUAN TENTARA YANG TERDIRI DARI ELEMEN-ELEMEN BERBEDA DARI PARA BARON DAN ORDO MILITER YANG SEBENARNYA SALING TIDAK SUKA SATU SAMA LAINNYA. SELAIN ITU DALAM BEBERAPA KEKALAHAN, PARA TENTARA BAYARAN ( MERCENARY ) DAN SUKARELAWAN EROPA SERINGKALI TERLALU CEPAT MENINGGALKAN BARISANNYA UNTUK MENJARAH KOTA-KOTA ISLAM YANG HAMPIR DITAKLUKANNYA. HAL ITU MEMBUAT PASUKAN ISLAM YG SEBENARNYA SUDAH TERPOJOK BISA MELAKUKAN COUNTER-ATTACK.
17. PASUKAN TURKI KHWARAZIMAN YANG MENYERANG JERUSALEM TAHUN 1244 WAKTU ITU DIKONTROL OLEH KETURUNAN GENGHIS KHAN, ELJIGIDEI. YANG LUCU DARI PASUKAN INI ADALAH PASUKANNYA MAYORITAS BERAGAMA BUDDHA BAHKAN KOMANDAN HULEGU KHAN JUGA SEORANG BUDDHIS.
18. SEBENARNYA PENGIRIMAN PARA CRUSADER SALAH ALAMAT, KAUM TURKI SELJUK YANG BANYAK MENGGANGGU ZIARAH KAUM KRISTIANI KE YERUSALEM SUDAH DIUSIR OLEH KHALIFAH MESIR. AKAN TETAPI LAMANYA PERJALANAN SERTA MISKINNYA INFORMASI MEMBUAT PEMIMPIN CRUSADER TIDAK MENDENGAR PERGANTIAN KEKUASAAN DI YERUSALEM.
19. DIVISI ELIT PASUKAN BERKUDA COSSACK DI RUSIA DAN MUSKETER BERKUDA DI PRANCIS KARENA TERINSPIRASI SUKSESNYA PASUKAN BERKUDA PEMANAH BANGSA ARAB. PASUKAN BERKUDA BUKAN HANYA SEBAGAI PASUKAN SAYAB TAPI MENJADI PASUKAN KHUSUS.
20. MEMBANGUN SEPASUKAN KNIGHTS MEMAKAN BIAYA YANG SANGAT BESAR. SEORANG RAJA SEKALIPUN DI ABAD PERTENGAHAN PALING HANYA MEMILIKI SEKITAR 100 – 300 FULL KNIGHT DENGAN HEAVY HORSE YANG BERDINAS DIBAWAH KOMANDONYA SECARA FULL – TIME. BIASANYA PARA RAJA AKAN MENGUMPULKAN SELURUH KNIGHT YANG BERADA DI BAWAH PARA DUKE DAN BARONNYA APABILA MENGHADAPI PERTEMPURAN BESAR.
21. PARA KNIGHTS UMUMNYA ADALAH ANAK PARA NINGRAT YANG TIDAK MEMILIKI HAK WARIS. DI MASA ITU SEPERTI JUGA PARA BANGSAWAN DIMANA SAJA, KEKAYAAN DAN KEKUASAAN SANG AYAH HANYA DIWARISI OLEH PUTRA SULUNGNYA, KECUALI TINGKAT RAJA ATAU BARON KAYA DIMANA PUTRA KE DUA HINGGA KE 3 MASIH MUNGKIN MEWARISI SATU COUNTY ATAU ESTATE DENGAN KASTIL KECIL. PUTRA-PUTRA YANG TIDAK ATAU MERASA KURANG MEMILIKI KEKAYAAN BIASANYA SEJAK REMAJA MENGASAH DIRI DENGAN KETRAMPILAN PERANG. MEREKA KEMUDIAN PADA USIA TERTENTU (15-16 TAHUN ) DI INAGURASI MENJADI KNIGHT OLEH RAJA ATAU BARON TEMPAT DIA MENGABDI.
22. ADA SEBUAH ATURAN YANG TIDAK PERNAH DILANGGAR OLEH KEDUA BELAH PIHAK SEWAKTU PERANG SALIB. YAITU FAKTA NOBILITY ATAU HUKUM CHIVALRY YANG BERLAKU DI ABAD PERTENGAHAN BAHWA RAJA TIDAK BOLEH MEMBUNUH SESAMA RAJA. KHUSUSNYA APABILA TERTAWAN. SALAH SATU KODE ETIK KNIGHTS DAN PARA NOBLE ADALAH MEREKA PANTANG MEMBUNUH KELUARGA ATAU ORANG2 DARI KETURUNAN NINGRAT YANG MENYERAH/TERTAWAN DALAM PERTEMPURAN. AKAN TETAPI KHUSUS BUAT RELIGIUS-MILITARY ORDER SPT TEMPLAR, HOSPITALLER DAN TEUTONIC DALAM PERANG SALIB, PERATURAN ITU TIDAK BERLAKU TERHADAP PARA NOBLE/NINGRAT MUSLIM. KECUALI DALAM KONDISI KHUSUS ATAU MENDAPAT SPESIAL ORDER DARI PEMIMPIN CRUSADER YANG MENDAPAT MANDAT LANGSUNG DARI PAUS. DALAM TRADISI ARAB SENDIRI, SEORANG RAJA PANTANG MEMBUNUH SESAMA RAJA. HAL ITU YANG DITERAPKAN SALADIN KETIKA DIA TIDAK MEMBUNUH GUY OF LUSIGNAN, RAJA KERAJAAN LATIN DI YERUSALEM KETIKA BERHASIL MEMENANGKAN PERTEMPURAN HATTIN
23. SALADIN PERNAH MELANGGAR ETIKA DAN HUKUM PERANG ISLAM YG SELALU DIA JUNJUNG TINGGI KETIKA DIA MENGEKSEKUSI SEMUA TAWANAN KSATRIA TEMPLAR DAN HOSPITALLER KETIKA DIA MEMENANGKAN PERTEMPURAN HATTIN. SEMENTARA RICHARD THE LION HEART JUGA PERNAH MELANGGAR KODE ETIK CHIVALRY SERTA ETIKA NOBLE-NYA SAAT DIA MENGEKSEKUSI 2000 SERDADU SALADIN YANG TERTAWAN DI DEPAN GERBANG ACRE/AKKO
24. KALAU SELAMA INI KITA MENDENGAR BAHWA SALADIN ITU KOMANDAN YG SANTUN, MAKA SALAH SATU PANGLIMA MAMLUK YAITU BAYBAR ADALAH KOMANDAN YANG GARANG. TIDAK KALAH GARANGNYA DALAM SOAL BUNUH-MEMBUNUH SEPERTI CRUSADERS. KALAU CRUSADERS DIBAWAH PIMPINAN RICHARD PERNAH MENGHUKUM MATI SELURUH TAWANAN MUSLIM DI AACRE, PASUKAN BAYBAR JUGA MEMBUNUH SEMUA ORANG KRISTEN DI ACRE, TERMASUK PENDETA DAN PEREMPUAN. BAHKAN DIA BERKIRIM SURAT KE KOMANDAN CRUSADERS UNTUK MENCERITAKAN DETIL PEMBANTAIAN DI DALAM SURATNYA. BAYBAR BAHKAN SAMPAI MEMBUAT LINGKUNGAN ACRE JADI GURUN AGAR DI MASA DEPAN SULIT UNTUK JADI PANGKALAN CRUSADERS LAGI.
karna saya orangnya males nulis, jadi saya copas dari web sang narasumber, terimakasih atas info dari narasumber, hehehe...
source : www.fitridefi.wordpress.com
1. RICHARD THE LION HEART, YANG TERKENAL SEBAGAI RAJA INGGRIS, DAN KONYOLNYA BELIAU TIDAK BISA BAHASA INGGRIS. KARENA SEJAK KECIL DIA SELALU BERADA DI PRANCIS. DIA CUMA NUMPANG LAHIR DI INGGRIS. BAHKAN KONON, BELIAU LEBIH MAHIR BAHASA ARAB DARIPADA BAHASA INGGRIS.
2. RAJA RICHARD BERADA DI INGGRIS DALAM MASA PEMERINTAHANNYA HANYA SELAMA 11 BULAN. PERMAISURINYA, QUEEN BERENGARIA OF NAVARRE, MALAH TIDAK PERNAH KE INGGRIS SAMA SEKALI. OLEH KARENA ITU RICHARD JUGA DIKENAL SEBAGAI ” THE ABSENT KING
3. SAKING TIDAK PERCAYANYA DENGAN MOTIVASI REKANNYA SESAMA EKSPEDISI PERANG SALIB, RAJA RICHARD PERNAH MENGATAKAN : “SAYA LEBIH RELA YERUSALEM DIPIMPIN OLEH SEORANG MUSLIM YANG BIJAK DAN BERJIWA KSATRIA DARIPADA KOTA SUCI ITU JATUH KETANGAN PARA BARON EROPA YANG HANYA MENGEJAR KEKAYAAN PRIBADI “
4. PADA SUATU PERISTIWA DI PERTEMPURAN DI JAFFA, KETIKA PASUKAN KAVALERI TENTARA SALIB MERASAKAN KELELAHAN, RICHARD SENDIRI DENGANA GAGAH MEMIMPIN PASUKAN TOMBAK MELAWAN KAUM MUSLIM. SALADIN MELIHATNYA DARI KEJAUHAN DENGAN PENUH KEKAGUMAN. SAAT DIA MELIHAT RICHARD BERTARUNG TANPA KUDA, SEKETIKA SULTAN MENGIRIMKAN SAUDARANYA SENDIRI KE MEDAN PERTEMPURAN UNTUK MEMBERI DUA EKOR KUDA YANG MASIH SEGAR UNTUK RAJA INGGRIS YANG BERANI ITU.
5. ADA JUGA CERITA MENGENAI RICHARD YANG MEMASUKI YERUSALEM DENGAN MENYAMAR DAN MAKAN MALAM BERSAMA SALADIN : MEREKA BENAR-BENAR SALING BERSIKAP RAMAH. DALAM RANGKAIAN PERBINCANGAN, RICHARD BERTANYA KEPADA SULTAN TENTANG BAGAIMANA PANDANGANNYA MENGENAI RAJA INGGRIS. SALADIN MENJAWAB BAHWA RICHARD LEBIH MENGUNGGULINYA DALAM SIFAT KEBERANIANNYA SEBAGAI SEORANG KSATRIA, TAPI KADANG-KADANG DIA CENDERUNG MENYIA-NYIAKAN SIFATNYA INI DENGAN TERLALU GEGABAH DALAM PERTEMPURAN. SEDANGKAN MENURUTNYA RICHARD, SALADIN TERLALU MODERAT DALAM MEMPERKUAT NILAI-NILAI KEKSATRIAAN, BAHKAN DALAM PERTEMPURAN
6. KETIKA ADA SALAH SATU PANGLIMA PERANG SALADIN MEMBERONTAK, RICHARD MEMBUNUHNYA DAN MENYERAHKAN KEPALANYA PADA SALADIN SERTA BERKATA, “AKU TIDAK INGIN ORANG INI MENGACAUKAN “PERMAINAN” KECIL KITA”. DAN KEESOKAN HARINYA MEREKA BERTEMPUR SENGIT.
7. PERNAH DALAM SUATU PERTEMPURAN, RICHARD MELIHAT BAHWA PEDANG SALADIN TUMPUL DAN DIA MENGHENTIKAN PERANG HARI ITU UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN AGAR SALADIN MENGASAHNYA.
8. SUATU HARI, RICHARD SAKIT KERAS. MENDENGAR KABAR ITU, SHALAHUDDIN MENGIRIMKAN DOKTER TERBAIKNYA UNTUK MENGOBATI RICHARD. KAPAN LAGI KITA BISA MENDAPATKAN PEMIMPIN KAUM MUSLIM YANG MEMILIKI AKHLAK SEPERTI SALAHUDDIN?
9. ORANG EROPA PADA AWALNYA MENYEBUT ORANG MUSLIM SEBAGAI BARBARIAN, TETAPI AKIBAT KONTAK YANG INTENSIF DARI PERANG SALIB, LAMBAT LAUN MEREKA MENYADARI BAHWA YANG BARBAR SESUNGGUHNYA ADALAH MEREKA. JIKA DITILIK DARI TINGGINYA PERADABAN BUDAYA DAN ILMU KAUM MUSLIMIN SAAT ITU.
10. MENURUT CATATAN SEJARAH, PADA SAAT PERANG SALIB, SEMUA WANITA DAN PELACUR DI USIR KELUAR DARI KAMP CRUSADERS. SELURUH CRUSADERS HARUS SUCI SECARA JASMANIAH, BEBAS DARI NAFSU. TAPI ADA SATU GRUP WANITA YG BEBAS KELUAR MASUK CAMP CRUSADERS YAITU TUKANG CUCI BAJU. BAHKAN KALAU SATU GRUP TUKANG CUCI MAU BEPERGIAN ANTAR KOTA, MEREKA DIJAGA OLEH SEPASUKAN KNIGHT, DAN DIBUNTUTI PASUKAN INFANTRI. KALAU IRING-IRINGAN INI DISERANG, KESELAMATAN PARA TUKANG CUCI INI NO.1. WAKTU DITAWAN PASUKAN MUSLIM, PARA TUKANG CUCI INI LEBIH DIHORMATI DARIPADA PRAJURIT BIASA. SAMPAI-SAMPAI RICHARD THE LION HEART JUGA RELA MEMBAYAR RANSUM BUAT PARA TUKANG CUCI ITU
11. KETIKA FREDERICK BARBAROSSA (KAKEK KAISAR FREDERIK II) MENINGGAL PADA EKSPEDISI PERANG SALIB III, BANYAK KSATRIANYA YANG MENGANGGAP BAHWA INI ADALAH KEHENDAK TUHAN DAN BANYAK YANG BERGABUNG DENGAN KAUM MUSLIM. LALU YANG TERSISA MEMBAWA JASAD BARBAROSSA MENUJU KE YERUSALEM DENGAN ANGGAPAN NANTI BARBAROSA AKAN TERLAHIR KEMBALI.
12. FREDERICK II KAISAR JERMAN, PUNYA HUBUNGAN KHUSUS DENGAN SULTAN MALIK DARI MESIR DI PERANG SALIB V. BELIAU MERASA DI JAMAN ITU (JAMAN DARK AGES), SATU-SATUNYA YANG SEBANDING DENGAN DIA DI MASALAH BUDAYA DAN PERSONALITY ADALAH PANGERAN-PANGERAN DARI KERAJAAN MUSLIM. OLEH KARENA ITU GAYA HIDUPNYA AGAK NYENTRIK (DIA BERPOLIGAMI, PADAHAL SEORANG KATOLIK TIDAK DEMIKIAN).
13. WAKTU TERPAKSA HARUS BERPARTISIPASI DALAM PERANG SALIB, FREDERICK II BERHASIL MEREBUT JERUSALEM, BETLEHEM DAN NAZARETH TANPA MENETESKAN SETITIK DARAHPUN. WALAUPUN SEBENERNYA DIA CUMA MENYEWA KE 3 KOTA TERSEBUT DARI SAHABATNYA SI SULTAN MALIK DARI MESIR
14. PERNAH ADA KEJADIAN FREDERICK II MEMUKUL PENDETA YANG MASUK KE DALAM MASJID DAN MEMPERINGATKAN AGAR JANGAN MELAKUKAN HAL ITU LAGI. SEDANGKAN AL-MALIK PERNAH DINASEHATI OLEH KNIGHT TEMPLAR AGAR MEMBUNUH FREDERICK II PADA SAAT PENGAWALANNYA SEDANG LONGGAR. MENGETAHUI HAL TERSEBUT, AL-MALIK SEGERA MENYURUH FREDERICK II AGAR SEGERA PERGI DARI SITU KARENA KEADAANNYA ‘BERBAHAYA’.
15. KEKALAHAN PASUKAN ARAB LEBIH SERING KARENA MEREKA TERPANCING MELAKUKAN SERANGAN TERBUKA MELAWAN KAVALERI BERAT EROPA. DIMANA DISIPLIN SERTA PENGALAMAN TEMPUR SUKARELAWAN JIHAD KALAH JAUH DARI SATUAN TEMPUR VETERAN EROPA KHUSUSNYA ORDO-ORDO MILITER SEPERTI TEMPLAR, HOSPITALLERS DAN TEUTONIC KNIGHT.
16. KEKALAHAN PIHAK EROPA UMUMNYA AKIBAT DARI INSUBORDINASI ALIAS KURANG KUATNYA KOMANDO TUNGGAL DALAM KESATUAN TENTARA YANG TERDIRI DARI ELEMEN-ELEMEN BERBEDA DARI PARA BARON DAN ORDO MILITER YANG SEBENARNYA SALING TIDAK SUKA SATU SAMA LAINNYA. SELAIN ITU DALAM BEBERAPA KEKALAHAN, PARA TENTARA BAYARAN ( MERCENARY ) DAN SUKARELAWAN EROPA SERINGKALI TERLALU CEPAT MENINGGALKAN BARISANNYA UNTUK MENJARAH KOTA-KOTA ISLAM YANG HAMPIR DITAKLUKANNYA. HAL ITU MEMBUAT PASUKAN ISLAM YG SEBENARNYA SUDAH TERPOJOK BISA MELAKUKAN COUNTER-ATTACK.
17. PASUKAN TURKI KHWARAZIMAN YANG MENYERANG JERUSALEM TAHUN 1244 WAKTU ITU DIKONTROL OLEH KETURUNAN GENGHIS KHAN, ELJIGIDEI. YANG LUCU DARI PASUKAN INI ADALAH PASUKANNYA MAYORITAS BERAGAMA BUDDHA BAHKAN KOMANDAN HULEGU KHAN JUGA SEORANG BUDDHIS.
18. SEBENARNYA PENGIRIMAN PARA CRUSADER SALAH ALAMAT, KAUM TURKI SELJUK YANG BANYAK MENGGANGGU ZIARAH KAUM KRISTIANI KE YERUSALEM SUDAH DIUSIR OLEH KHALIFAH MESIR. AKAN TETAPI LAMANYA PERJALANAN SERTA MISKINNYA INFORMASI MEMBUAT PEMIMPIN CRUSADER TIDAK MENDENGAR PERGANTIAN KEKUASAAN DI YERUSALEM.
19. DIVISI ELIT PASUKAN BERKUDA COSSACK DI RUSIA DAN MUSKETER BERKUDA DI PRANCIS KARENA TERINSPIRASI SUKSESNYA PASUKAN BERKUDA PEMANAH BANGSA ARAB. PASUKAN BERKUDA BUKAN HANYA SEBAGAI PASUKAN SAYAB TAPI MENJADI PASUKAN KHUSUS.
20. MEMBANGUN SEPASUKAN KNIGHTS MEMAKAN BIAYA YANG SANGAT BESAR. SEORANG RAJA SEKALIPUN DI ABAD PERTENGAHAN PALING HANYA MEMILIKI SEKITAR 100 – 300 FULL KNIGHT DENGAN HEAVY HORSE YANG BERDINAS DIBAWAH KOMANDONYA SECARA FULL – TIME. BIASANYA PARA RAJA AKAN MENGUMPULKAN SELURUH KNIGHT YANG BERADA DI BAWAH PARA DUKE DAN BARONNYA APABILA MENGHADAPI PERTEMPURAN BESAR.
21. PARA KNIGHTS UMUMNYA ADALAH ANAK PARA NINGRAT YANG TIDAK MEMILIKI HAK WARIS. DI MASA ITU SEPERTI JUGA PARA BANGSAWAN DIMANA SAJA, KEKAYAAN DAN KEKUASAAN SANG AYAH HANYA DIWARISI OLEH PUTRA SULUNGNYA, KECUALI TINGKAT RAJA ATAU BARON KAYA DIMANA PUTRA KE DUA HINGGA KE 3 MASIH MUNGKIN MEWARISI SATU COUNTY ATAU ESTATE DENGAN KASTIL KECIL. PUTRA-PUTRA YANG TIDAK ATAU MERASA KURANG MEMILIKI KEKAYAAN BIASANYA SEJAK REMAJA MENGASAH DIRI DENGAN KETRAMPILAN PERANG. MEREKA KEMUDIAN PADA USIA TERTENTU (15-16 TAHUN ) DI INAGURASI MENJADI KNIGHT OLEH RAJA ATAU BARON TEMPAT DIA MENGABDI.
22. ADA SEBUAH ATURAN YANG TIDAK PERNAH DILANGGAR OLEH KEDUA BELAH PIHAK SEWAKTU PERANG SALIB. YAITU FAKTA NOBILITY ATAU HUKUM CHIVALRY YANG BERLAKU DI ABAD PERTENGAHAN BAHWA RAJA TIDAK BOLEH MEMBUNUH SESAMA RAJA. KHUSUSNYA APABILA TERTAWAN. SALAH SATU KODE ETIK KNIGHTS DAN PARA NOBLE ADALAH MEREKA PANTANG MEMBUNUH KELUARGA ATAU ORANG2 DARI KETURUNAN NINGRAT YANG MENYERAH/TERTAWAN DALAM PERTEMPURAN. AKAN TETAPI KHUSUS BUAT RELIGIUS-MILITARY ORDER SPT TEMPLAR, HOSPITALLER DAN TEUTONIC DALAM PERANG SALIB, PERATURAN ITU TIDAK BERLAKU TERHADAP PARA NOBLE/NINGRAT MUSLIM. KECUALI DALAM KONDISI KHUSUS ATAU MENDAPAT SPESIAL ORDER DARI PEMIMPIN CRUSADER YANG MENDAPAT MANDAT LANGSUNG DARI PAUS. DALAM TRADISI ARAB SENDIRI, SEORANG RAJA PANTANG MEMBUNUH SESAMA RAJA. HAL ITU YANG DITERAPKAN SALADIN KETIKA DIA TIDAK MEMBUNUH GUY OF LUSIGNAN, RAJA KERAJAAN LATIN DI YERUSALEM KETIKA BERHASIL MEMENANGKAN PERTEMPURAN HATTIN
23. SALADIN PERNAH MELANGGAR ETIKA DAN HUKUM PERANG ISLAM YG SELALU DIA JUNJUNG TINGGI KETIKA DIA MENGEKSEKUSI SEMUA TAWANAN KSATRIA TEMPLAR DAN HOSPITALLER KETIKA DIA MEMENANGKAN PERTEMPURAN HATTIN. SEMENTARA RICHARD THE LION HEART JUGA PERNAH MELANGGAR KODE ETIK CHIVALRY SERTA ETIKA NOBLE-NYA SAAT DIA MENGEKSEKUSI 2000 SERDADU SALADIN YANG TERTAWAN DI DEPAN GERBANG ACRE/AKKO
24. KALAU SELAMA INI KITA MENDENGAR BAHWA SALADIN ITU KOMANDAN YG SANTUN, MAKA SALAH SATU PANGLIMA MAMLUK YAITU BAYBAR ADALAH KOMANDAN YANG GARANG. TIDAK KALAH GARANGNYA DALAM SOAL BUNUH-MEMBUNUH SEPERTI CRUSADERS. KALAU CRUSADERS DIBAWAH PIMPINAN RICHARD PERNAH MENGHUKUM MATI SELURUH TAWANAN MUSLIM DI AACRE, PASUKAN BAYBAR JUGA MEMBUNUH SEMUA ORANG KRISTEN DI ACRE, TERMASUK PENDETA DAN PEREMPUAN. BAHKAN DIA BERKIRIM SURAT KE KOMANDAN CRUSADERS UNTUK MENCERITAKAN DETIL PEMBANTAIAN DI DALAM SURATNYA. BAYBAR BAHKAN SAMPAI MEMBUAT LINGKUNGAN ACRE JADI GURUN AGAR DI MASA DEPAN SULIT UNTUK JADI PANGKALAN CRUSADERS LAGI.
karna saya orangnya males nulis, jadi saya copas dari web sang narasumber, terimakasih atas info dari narasumber, hehehe...
source : www.fitridefi.wordpress.com
Langganan:
Komentar (Atom)